“Ini adalah salah satu contoh koperasi UMKM yang berhasil. Mereka (UMKM) diberdayakan, ditingkatkan gradenya. Ketika dulu masuk MBR, maka selanjutnya bisa lolos dari MBR. Dan taraf hidup masyarakat Surabaya jadi meningkat, itu tujuan akhir output, golnya,” ujar dia.
Menurut dia, pendampingan yang dilakukan pemerintah terhadap keberadaan koperasi UMKM juga sangatlah penting. Ia pun berharap Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya dapat lebih intens menggencarkan pendampingan itu. “Tugas pemerintah mendampingi agar (koperasi UMKM) lebih baik lagi,” tuturnya.
Meski demikian, Bunda Rini juga berpesan kepada anggota UMKM Jahit Benang Emas yang merupakan para ibu ini agar tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Bagi dia, walaupun perempuan mampu mandiri secara ekonomi, namun dia tetaplah seorang ibu bagi anak dan istri bagi suaminya.
“Seperti saya ini, tetaplah seorang ibu rumah tangga, istrinya Cak Eri (Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi). Saya biasa berkegiatan setelah beliau (wali kota) pergi (berangkat). Saya senang ada perempuan di Surabaya walaupun berdaya tapi tidak melupakan kodratnya,” pesannya.
Melalui bantuan yang dihimpun dari zakat ASN, Bunda Rini juga berharap kepada kelompok UMKM Jahit Benang Emas agar dapat menggunakannya dengan amanah. Dirinya pun meyakini hal itu karena Koperasi Sumber Mulia Barokah, merupakan binaan dari Yamatas.



