Soekarwo menganggap pentingnya Nurwiyatno yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PA GMNI Jatim ke panggung politik sebagai bentuk perlawanan terhadap penyakit demokrasi yang kerap memenangkan tokoh popularitas.
“Penyakitnya demokrasi itu populer tapi tidak berkompetensi, dan inilah yang harus dilawan. Sekarang inilah PA GMNI membangun kompetensi melalui tokohnya,” ucap Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo itu.
Pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga mempersilakan Cak Nur untuk membangun popularitas, termasuk maju sebagai bakal calon Gubernur Jatim, bahkan menjadi calon peserta di Pilkada 27 Juni 2018.



