Gus Fawait juga memberikan solusi untuk menghadapi masalah serius itu. Dalam jangka pendek, salah satunya melalui operasi pasar. “Apalagi sebentar lagi memasuki Natal dan Tahun Baru biasanya akan terjadi kenaikan harga pangan. Ditambah lagi kondisi dunia juga belum stabil tentu itu akan mengerek lebih tinggi nilai inflasi,” terangnya.
Jangka panjangnya, lanjut Gus Fawait, harus ada strategi pengembangan ekonomi agar lebih produktif lagi. Pihaknya pun mengetahui ada alumni ITS menemukan padi ratun R5.
“Ini tentu kalau berhasil bisa meningkatkan produktivitas petani bisa menekan harga produksi padi dan juga bisa menekan kebutuhan pupuk. Tentu inovasi tersebut harus didukung oleh kebijakan dari pemerintah,” pungkasnya.
Selain itu, Gus Fawait menyakini pasti ada banyak lagi inovasi-inovasi anak bangsa di Jawa Timur yang bisa dipakai untuk meningkatkan strategi peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas pertanian juga tentunya juga menurunkan harga pangan.
“LSN ini kita syiar “Ojo Lali Moco Sholawat” dimana kami yakin kalau kita menerapkan betul ajaran-ajaran Baginda Nabi yang salah satunya adalah nilai-nilai pancasila yang menjadi ideologi kita betul-betul diterapkan maka bangsa Indonesia menjadi bangsa maju kedepannya,” tandasnya.












