Gus Fawait menengarai salah satu penyumbang inflasi ini dari sektor pangan. Dimana, hal ini sebetulnya bisa sejalan dalam menangani inflasi dan kemiskinan.
“Kenapa, karena kemiskinan rata-rata ada di desa pada sektor pertanian. Sehingga ini saatnya memberikan perhatian lebih pada sektor pertanian dibandingkan sebelumnya,” terangnya.
“Sekaligus kita melakukan tekanan terhadap kenaikan komoditas pangan. Nah, karena memang banyak sekali pengamat menyampaikan 10 hingga 20 tahun yang akan datang peperangan dan persaingan itu bukan mengangkat persenjataan, tapi peperangan dan persaingan masalah pangan,” imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemprov Jatim bisa mengantisipasi akan ada kenaikan nilai inflasi. Kalau hal ini dibiarkan, kata dia, tentu akan memberatkan masyarakat Jawa Timur, khususnya masyarakat menengah kebawah.
“Kalau ini dibiarkan tentu akan menambah berat beban yang akan dihadapi oleh masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.












