Sepengetahuannya, lanjut Sudarmi, para tokoh-tokoh politik biasanya menyapa hanya mendekati pemilu atau saat kampanye saja, sebelum dan setelahnya jarang.
“Biasanya itu umbar-umbar janji kampanye. Itupun hanya mendekati pemilu. Tapi Pak Toni ini beda, Beliau menyapa kami jauh sebelum acara politik. Ya seperti warga dan wakilnya (anggota legislatif). Merakyat lah istilahnya,” imbuh Sudarmi.
Tak hanya doa dan restu, pertemuan antara ibu-ibu pengajian dengan Ketua Golkar Surabaya tersebut berlangsung gayeng. Ada interaksi tanya jawab seputar persoalan kota, lingkungan, program-program pemerintah hingga permasalahan bantuan kepada masyarakat. Ibu-ibu pengajian tersebut terlihat antusias bertanya kepada Ketua Golkar Surabaya.



