Menurutnya dulu ketika PPKM di masa pandemi tidak ada upacara karena sekolah menerapkan belajar daring. “Kalau sekarang kan sudah sekolah lagi mas. Jadi seru juga nanti upacara pakai baju ala pejuang,” pungkasnya.
Sementara itu terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya yang membidangi keuangan dan perekonomian Anas Karno mengatakan, ramainya transaksi jual beli baju ala pejuang menunjukkan daya beli masyarakat terus membaik.
“Dengan daya beli yang kian membaik ini tentunya akan menggerakkan roda ekonomi di Surabaya. Dan berdampak besar pada tumbuhnya UKM dan UMKM” jelasnya.
Anas berharap Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan moment-momen hari peringatan untuk mendongkrak pemberdayaan UKM dan UMKM.



