Musdiq melanjutkan, pemberian insentif ini dibagi menjadi 3 periode, yakni dengan kategori jual – beli dan Non jual – beli. Antara lain, periode pertama, berlangsung pada tanggal 24 Oktober hingga 6 November 2022. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) pada periode pertama yaitu Rp 0 – Rp 1 miliar dengan kategori jual – beli, diberikan pengurangan sebesar 30 persen. Sedangkan Non jual – beli, diberikan pengurangan sebesar 50 persen.
Sementara itu, NPOP lebih dari Rp 1 miliar – Rp 2 miliar dengan kategori jual – beli diberikan pengurangan sebesar Rp 25 persen. Sedangkan untuk kategori Non jual – beli diberikan pengurangan sebesar 40 persen. Untuk NPOP di atas Rp 2 miliar, kategori jual – beli diberikan pengurangan senilai 20 persen dan sedangkan Non jual – beli diberikan pengurangan sebesar 35 persen.
Di periode kedua, tanggal 7 – 30 November 2022, NPOP senilai Rp 0 – Rp 1 miliar kategori jual – beli akan dikenakan pengurangan sebesar 30 persen. Untuk kategori Non jual – beli, diberikan pengurangan sebesar 50 persen. Pengurangan NPOP lebih dari Rp 1 miliar – Rp 2 miliar di periode kedua kategori jual – beli, diberi keringanan sebesar 20 persen, sedangkan Non jual – beli sebesar 30 persen.
“NPOP di atas Rp 2 miliar pada periode kedua, dengan kategori jual – beli berikan pengurangan sebesar 10 persen. Sedangkan untuk kategori Non jual – beli diberi pengurangan sebesar 20 persen,” jelas Musdiq.












