Cakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Pemkot Surabaya beri insentif keringanan BPHTB hingga 50 persen

×

Pemkot Surabaya beri insentif keringanan BPHTB hingga 50 persen

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi

Musdiq melanjutkan, pemberian insentif ini dibagi menjadi 3 periode, yakni dengan kategori jual – beli dan Non jual –  beli. Antara lain, periode pertama, berlangsung pada tanggal 24 Oktober hingga 6 November 2022. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) pada periode pertama yaitu Rp 0 – Rp 1 miliar dengan kategori jual – beli, diberikan pengurangan sebesar 30 persen. Sedangkan Non jual – beli, diberikan pengurangan sebesar 50 persen.

Sementara itu, NPOP lebih dari Rp 1 miliar – Rp 2 miliar dengan kategori jual – beli diberikan pengurangan sebesar Rp 25 persen. Sedangkan untuk kategori Non jual – beli diberikan pengurangan sebesar 40 persen. Untuk NPOP di atas Rp 2 miliar, kategori jual – beli diberikan pengurangan senilai 20 persen dan sedangkan Non jual – beli diberikan pengurangan sebesar 35 persen.

Di periode kedua, tanggal 7 – 30 November 2022, NPOP senilai Rp 0 – Rp 1 miliar kategori jual – beli akan dikenakan pengurangan sebesar 30 persen. Untuk kategori Non jual – beli, diberikan pengurangan sebesar 50 persen. Pengurangan NPOP lebih dari Rp 1 miliar – Rp 2 miliar di periode kedua kategori jual – beli, diberi keringanan sebesar 20 persen, sedangkan Non jual – beli sebesar 30 persen.

“NPOP di atas Rp 2 miliar pada periode kedua, dengan kategori jual – beli berikan pengurangan sebesar 10 persen. Sedangkan untuk kategori Non jual – beli diberi pengurangan sebesar 20 persen,” jelas Musdiq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *