Minum Latif menerangkan, meski belum menyentuh angka 100 persen upaya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), sudah tepat dalam melakukan pembenahan seluruh saluran air.
“Kami melihatnya sudah all out lah kinerja DSDABM, penataan itu kan berarti menata yang kurang baik, termasuk sistem saluran air dan utilitas nya,” kata politisi senior PKB Kota Surabaya ini.
Hanya saja, jelas abah Minun sapaan Minun Latif, sebelum melakukan pengerjaan proyek saluran air, terlebih dahulu Pemkot Surabaya harus menghitung berapa debit air, kekuatan plengsengan, sehingga meminimalisir dampak dari pengerjaan saluran air.












