Risma menyebut, korban menyampaikan tidak ingin berjumpa orang tuanya lagi karena merasa sangat trauma. Saat ini korban ditempatkan polisi di rumah aman dan didampingi psikolog, untuk membantu memulihkan traumanya.
” Saya sudah bicara dengan korban dan menyampaikan tidak ingin bertemu orang tuanya. Dan saat ini korban sudah ditempatkan polisi di rumah aman. Saya menyampaikan terima kasih kepada polisi Sidoarjo yang telah memberikan perhatiannya dalam kasus ini ” ujar mantan Walikota Surabaya tersebut.
Mensos Risma juga mendapatkan laporan dari pendamping anak korban kekerasan seksual tersebut.
Hal yang menjadi atensi adalah sekolah korban karena dikhawatirkan akan sangat terdampak terhadap kondisi mentalnya.
Mensos Risma menjanjikan bahwa jika nantinya korban harus pindah sekolah, maka dirinya akan siap untuk memprosesnya dan menempatkan korban yang masih anak anak tersebut dalam lingkungan balai milik Kemensos.
” Sudah ada laporan dari pendamping terkait sekolah korban. Saya sampaikan jika memang nantinya terpaksa pindah maka saya akan memprosesnya dan siap menempatkannya di salah satu balai kita ” lanjut Risma.












