“Berarti apa? program-program pemerintah harus tersampaikan kepada masyarakat. Dan selama ini kita bisa terbantu oleh POTAS dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Cak Eri panggilan lekatnya.
Wali Kota Eri memandang, selama ini rasa kekeluargaan dan gotong-royong terjalin luar biasa di antara sesama anggota POTAS. Ia berharap, rasa kekeluargaan serta sinergi kegotong-royongan baik antar awak media maupun pemerintah kota ini dapat terus berjalan.
“Yang terpenting adalah rasa kekeluargaan di antara anggota POTAS ini tolong terus dijaga. Karena ini mahal harganya,” pesan Cak Eri yang juga menjadi penasehat POTAS.
Bahkan, Cak Eri juga berpesan, siapapun wali kota atau Kepala Diskominfo ke depan, sinergi yang telah terjalin erat ini diharapkannya dapat terus berjalan. “Karena njenengan (anda) semua ini yang memberikan informasi pemerintah kota kepada masyarakat,” tuturnya.
Bagi Cak Eri, media bisa membawa sebuah kota atau negara menjadi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur. Tapi media juga bisa menghancurkan kota atau negara ketika memberikan berita hoax.
“Jadi apa? wartawan ini bisa membuat amal jariyah yang sangat luar biasa, tapi juga bisa membuat dosa yang luar biasa. Tapi saya yakin, kita sebagai manusia, kalau meninggal ingin membawa amal jariyah,” katanya.
Di waktu yang sama, Ketua POTAS Surabaya, Robby Julianto mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Eri Cahyadi serta Kadiskominfo Surabaya, M Fikser dalam POTAS Camp 2022.



