Cakrawala DemokrasiCakrawala PolitikIndeks

PKS Jatim Ajak Generasi Milenial Jadi Patriot Pelayan Rakyat di HUT RI ke 77

×

PKS Jatim Ajak Generasi Milenial Jadi Patriot Pelayan Rakyat di HUT RI ke 77

Sebarkan artikel ini

Dalam arahannya, Irwan menegaskan bahwa patriotisme bukanlah cerita fiktif atau mitos, namun kenyataan yang hadir di tengah kehidupan. Bukan kisah masa lalu, melainkan fakta yang bisa ditemukan pada hari ini di sekitar kita. Siapa saja bisa menjadi patriot yang mengharumkan bangsa. Irwan memberikan contoh, Tim Nasional Indonesia U-16 berhasil mengharumkan bangsa dengan meraih gelar Juara AFF U-16 tahun 2022 yang sangat membanggakan.

“Bahkan patriotisme dapat hadir di rumah kita, dari orang-orang terdekat dengan kita, dari sosok orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita. Pengorbanan tulus mereka bisa memberikan sentuhan semangat patriotisme kepada putra putrinya. Sebelum Timnas U-16 bertanding di final, mereka diminta untuk menatap foto kedua orang tua mereka masing-masing, memohon doa dan restu kepada orangtua. Alhamdulillah, ahirnya mereka raih kemenangan,” papar ketua DPW yang pernah dua kali menjadi aleg provinsi.

Potensi sumber daya manusia Jawa Timur, dimana generasi Z dan generasi Milenial mencapai lebih dari 49 persen juga merupakan potensi yang luar biasa dalam rangka percepatan penyelesaian pekerjaan rumah ini. Pembinaan generasi Z dan Generasi Milenial dalam hal pembinaan moral dan juga pembinaan kemampuan teknologi digital sehingga para generasi Z dan Genrasi Milenial mampu melakkukan transofmrasi untuk merespon perubahan zaman dan mampu menghadapi era globalisasi ini dengan baik.

“Anak-anak muda, generasi Milenial hari ini harus meneladani pendiri bangsa. Mari kita menjadi patriot masa kini dengan memberikan karya nyata di berbagai bidang keahlian masing-masing. Pemuda sampai kapanpun dan dimanapun harus tetap menjadi agen perubahan. Mereka berteriak paling lantang ketika ketidakadilan dan kesewenangwenangan merebak dimana-mana. Mereka harus ada di garda terdepan saat rakyat tak lagi merdeka menyuarakan aspirasinya,” ujar Kang H. Irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *