“Kami sudah diskusi dengan Pak Surya Paloh, dengan Pak Rektor, dengan Bu Menteri Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), nanti akan dibuatkan kurikulum khusus untuk demokrasi kebangsaan, dan Pak Surya Paloh menjadi guide (pemandu) kita, untuk menata masa depan bangsa ini menjadi lebih baik dan lebih kuat untuk di masa akan datang,” pungkasnya.
Sementara itu, promovendus Surya Paloh mengucapkan terima kasih kepada FISIP UB. Dirinya mengaku tidak menduga mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Saya bahkan beberapa kali mengatakan, apakah tidak salah pilih? Apakah saya masih pantas untuk mendapatkan sebagai Doktor Honoris Causa. Tapi inilah sebuah catatan perjalanan hidup, saya terima,” ujarnya.
Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah promovendus pemberian gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dengan judul ‘Meneguhkan Politik Kebangsaan’. Acara yang digelar di auditorium Samantha Krida UB Malang ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta undangan penting lainnya.
Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada Surya Paloh yang sudah dikenalnya sejak lama. “Saya menyampaikan selamat atas penghargaan Doktor Honoris Causa kepada Pak Surya Paloh,” ujar Jusuf Kalla.
JK menambahkan, Surya Paloh merupakan tokoh yang sedari dewasa sudah menginginkan perubahan. “Apakah di bidang politik, bisnis. Karena itu, bukan hanya dengan bicara. Justru juga dengan partainya, itu selalu idenya bagaimana menjadi lebih baik dalam perubahan-perubahan politik dan ekonomi, konsisten dengan media, untuk mencapai negara maju dengan perubahan-perubahan yang baik,” pungkasnya. (Caa)












