“Ini sekarang kita hitung jumlah UMKMnya, mereka akan masuk bergantian seperti Tunjungan Romansa, yakni setiap satu minggu sekali secara bergantian,” ungkap dia.
Cak Eri menambahkan, Pemkot Surabaya tengah memastikan kuota UMKM yang hendak membuka lapak dagangan mereka di Jembatan Suroboyo. Setelah itu, barulah Pemkot bisa menentukan jadwal dagang dari setiap UMKM.
“Jadi kita memastikan lagi jumlah UMKM yang berjualan di Jembatan Suroboyo, maka baru kita lakukan rolling,” ujar dia.
Untuk menggerakkan UMKM di kawasan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi juga berencana untuk membuka wisata Jembatan Surabaya pada malam hari, setiap akhir pekan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat bisa menikmati keindahan dan gemerlapnya pertunjukkan air mancur menari, sambil menikmati produk UMKM dari warga sekitar.



