AH Tony menambahkan pihaknya tidak mau terjebak dalam upaya melakukan kritik terhadap BUMD tersebut “ Sejauh ini mengkritisi BUMD sudah kita lakukan. Lah, ketika sekarang BUMD kok merugi semua saya pikir pokok persoalannya nampak tidak di BUMD, tapi kepada dinas pemkot yang membidangi dan sebagai pembina para BUMD ini,” tambahnya.
“ Bagian perekonomian, kelihatannya adalah satu pihak yang patut dituntut tanggung jawabnya, bahwa kalau ada satu BUMD untung kemudian ada satu rugi mungkin disitu bisa kita katakan ada satu kesalahan managemen dari BUMD. Tapi kalau kemudian dari sekian banyak rugi semua, maka adalah bagian perekonomian yang harus bertanggung jawab. Kontrak kinerjanya bagaimana, Asisten 2 dan pak wali kota ini harus melihat fakta ini sebagai satu hal yang harus dibenahi,” lanjutnya.
Terhadap hal ini, lanjut politisi Gerindra ini perlu ada solusi dari pemerintah. Bahwa, terhadap kerugian BUMD ini pasti ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang salah ini menurutnya tidak hanya terjadi pada tahun-tahun ini. Pada tahun-tahun kemarin sudah terjadi.
Ia juga berharap semua pihak yang kompeten dibidang itu, bisa melakukan uji forensik, mulai dari bagian perekonomian kemudian bagian keuangan pemkot untuk membaca ini dengan lebih cermat. Ditambah juga dengan bagian hukum hingga aparat penegak hukum (APH) bisa saja masuk dalam ruang ini dalam rangka melihat apakah kerugian ini karena ada satu faktor penyimpangan terhadap penyelenggaraan atau pengelolaan keuangan di BUMD ini.



