
Surabaya, cakrawalanews.co – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mengalami keterpurukan. Kondisi tersebut terlihat dari Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2021 yang mengungkapkan bahwa hampir kesemua BUMD Pemkot melaporkan mengalami kerugian.
Atas kondisi tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony menilai dampak dari BUMD yang merugi ini menimbulkan banyak implikasi. Pertama, BUMD akhirnya menunjukkan tidak bisa bekerja dengan bagus, yang mestinya bisa menyerap tenaga kerja banyak tidak bisa terwujud.
“ Lah karena BUMD tidak optimal, maka keberadaan mereka tidak akan sehat dan tidak mampu merekrut serta tidak menjadi sebuah klaster penyerap tenaga kerja secara leluasa. Akibatnya bom 150 ribu pengangguran di surabaya berdasarkan data BPS, itu BUMD ikut berkontribusi, katanya Sabtu (25/06/2022).



