“PBNU sudah menegaskan bahwa NU bukan hanya milik satu partai saja tapi bisa mewarnai partai apa saja. Jadi PDI Perjuangan juga bisa menyapa kalangan pondok pesantren melalui kader-kadernya yang duduk di DPR maupun DPRD,” harap Gus Zahrul Jihad dari Ponpes Darul Ulum Jombang.
Menanggapi aspirasi yang tersebut, Ning Puan Maharani mengaku senang karena bisa menjahit kembali tradisi silaturrahim yang dilakukan kakeknya bisa dilanjutkan generasi ketiga atau cucu.
“Saya setuju jangan dipanggil ibu tapi Ning saja biar tidak kelihatan sudah sepuh banget. Silaturrahim ini sangat baik sekali kalau dilakukan secara berkala bukan hanya sekali biar tidak ada dusta diantara kita karena muncul kesan kok lagi butuh baru datang,” kata Ning Puan.
Menurut Ning Puan sejarah yang merekatkan antara Jas Merah dan Jas Hijau itu jangan sampai terusik sehingga tak bisa seiring sejalan dalam hubungan satu keluarga besar Indonesia dalam membangun bangsa dan negara.
“Indonesia Semangka Hijau- Merah itu harus terus dijaga. Saya meyakini sebagai mayoritas muslim di Indonesia ini harus bisa menjaga saudara-saudara kita yang lain bukan beragama Islam karena mereka juga ingin menjaga Indonesia seperti yang dicita-citakan the founding father yaitu Indonesia yang beragam, berbhineka tunggal ika berdasarkan Pancasila,” tegas Ketua DPR RI.
Oleh karena itu sikap PDI Perjuangan juga sangat jelas tidak ingin menciderai cita-cita the founding father sehingga menolak wacana penundaan pemilu walaupun secara politik jelas lebih menguntungkan bagi PDI Perjuangan.
“Kita tahu bahwa untuk membangun bangsa ini tak bisa hanya dilakukan oleh Jas Merah atau Jas Hijau sendirian tapi harus bersatu dan bergotong royong. Ini juga menjadi tanggungjawab kita sebagai generasi penerus,” pintanya.
Dia juga mengapresisi masyarakat Jatim yang dimotori kalangan santri karena bisa menjaga pluralisme dan bersikap moderat sehingga bisa menjadi tauladan warga bangsa lain untuk senantiasa menjaga keutuhan NKRI.
“InsyaAllah saya dan PDI Perjuangan akan mendorong pemerintah supaya komitmen membantu pesantren dan gus-gus lebih dari sebelumnya. Namun kendalanya itu hanya soal teknis yakni menyangkut sistem akuntabilitas. Saya meyakini ini bukan pertemuan pertama dan terakhir tapi akan berkesinambungan,” pungkas Ning Puan.
.
Dalam pertemuan tersebut turut pula hadir, Ahmad Basarah wakil ketua MPR, Said Abdullah ketua Banggar DPR, Puti Guntur Soekarno dan Indah Kurnia anggota DPR asal Fraksi PDI Perjuangan. Kusnadi ketua DPRD Jatim dan Sri Untari Bisowarno ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. (Caa)



