Cakrawala PolitikCakrawala Politik&PemerintahanIndeks

Bertemu Puan Maharani, Gawagis Jatim Ingin Perkuat Tradisi Jas Merah dan Jas Hijau

×

Bertemu Puan Maharani, Gawagis Jatim Ingin Perkuat Tradisi Jas Merah dan Jas Hijau

Sebarkan artikel ini

NU yang menjadi representasi kaum religius dan PDI Perjuangan representasi kaum nasional, lanjut Gus Maksum harus selalu bergandengan seperti adik dan kakak. Sebab itulah yang dicontohkan oleh para leluhur kita, mulai Bung Karno dengan para kiai pondok pesantren, lalu berlanjut saat NU menjadi parpol hingga keluar dari Masyumi juga mendapat dukungan Bung Karno.

Hubungan baik itu kemudian dilanjutkan di era Reformasi oleh Gus Dur dan Ibu Megawati Soekarno Puteri. Bahkan Megawati juga selalu menggandeng tokoh NU (KH Hasyim Muzadi) saat maju di Pilpres walaupun gagal.

Hal itu tetap berlanjut hingga sekarang dimana Pak Jokowi yang notabene kader PDI Perjuangan saat maju Pilpres dan menjadi Presiden juga menggandeng tokoh NU yaitu Pak Yusuf Kalla (periiode pertama) dan KH Makruf Amin (periode kedua). Inilah catatan sejarah yang menjadi Jas Merah.

Selain Gus Maksum Faqih, sejumlah gus yang lain juga ikut memberikan masukan, bahwa pondok pesantren membutuhkan uluran tangan PDI Perjuangan yang saat ini tengah menguasai pemerintahan supaya memperhatikan pondok pesantren agar roh dari kaum santri ini bisa tetap lestari dalam mengawal dan mengisi Kemerdekaan.

“Religius Nasionalis itu satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Sebab religius tanpa adanya nasionalisme bisa menjadi gerakan-gerakan transnasional berbungkus agama yang kini mulai berkembang dan mengancam keutuhan NKRI,” kata Gus Hasbullah dari Ponpes Tegalrejo Ponorogo.

Begitu juga sebaliknya, lanjut Hasbullah nasionalis tanpa relegiusitas akan menjadi sekuler, sehingga bisa merubah pondasi bangsa yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa.

“Yang bisa menjaga keutuhan NKRI itu hanyalah bersatunya kaum nasionalis dan kaum relegius. Karena keduanya harus saling membantu dan bergotong royong dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” harapnya.

Di sisi lain munculnya UU Pesantren, kemudian Perda Jatim tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren merupakan angin segar bagi kalangan pesantren. Namun mereka berharap Perda Pesantren bisa dibuat hingga tingkat Kabupaten/Kota agar perhatian pemerintah daerah kepada pesantren semakin nyata.

“Kami minta Ning Puan yang menjadi salah satu ketua DPP PDI Perjuangan ikut mengintruksikan kader PDI Perjuangan yang ada di daerah bisa mendorong dan menginisiasi lahirnya Perda Pesantren di kabupaten/kota di Jawa Timur,” pinta Gus Thoif.

Sinergitas antara kaum santri dan kaum nasionalis juga harus lebih implementatif. Oleh karena itu legislatif asal PDI Perjuangan yang ada di daerah juga harus lebih nyata keberpihakannya terhadap pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *