Ia menceritakan waktu kunjungan komisinya di Sidoarjo bahwa sekretaris dinas peternakan Jatim menyampaikan perkiraan vaksin akan masuk ke indonesia sekitar awal Juni. “Maka, saya secara pribadi memperkirakan akan masuk ke Jatim mestinya paling lambat di pertengahan Juni ini,” katanya.
“Nah, kapan kemudian ada vaksinasi massal untuk ternak di Jatim? sampai saat ini masih belum ada kabar dari Dinas Peternakan,” herannya.
Agatha juga mempertanyakan kepada Dinas terkait penjadwalan vaksinasi massal untuk peternakan di Jatim. “Ini juga belum ada jadwalnya,” imbuhnya.
Apalagi, kata Agatha, akan memasuki Iduladha sehingga dibutuhkan langkah-langkah antisipatif jitu oleh Dinas Peternakan. “Supaya warga pada saat merayakan iduladha tidak kesulitan mendapatkan hewan kurban,” jelasnya.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa, lanjut Agatha juga pernah menyatakan untuk memproduksi vaksin sendiri untuk hewan ternak di Pusvetma Surabaya.
“Sekretaris dinas juga menyampaikan perkiraan vaksin itu bisa diproduksi massal di bulan Agustus. Tapi sampai sekarang belum tahu perkembangannya sampai dimana,” herannya lagi.



