“Dulu dirumah ini ada jendela mengahadap ke timur, sehingga Bung Karno disebut Putra Sang Fajar. Karena Bung Karno Lahir bertepatan dengan terbitnya matahari di ufuk timur,” jelasnya.
Lebih lanjut Ketua DPC PDIP Surabaya tersebut mengatakan, di Surabaya Bung Karno dilahirkan dan digembleng oleh para tokoh pergerakan, ketika kos di rumah HOS Tjokroaminoto. Sehingga menguatkan jiwa nasionalismenya.
“Surabaya menjadi dapur nasionalisme pergerakan kemerdekaan,” imbuhnya.
Acara ini juga mengajak para anak muda dan kaum milenial sebagai generaai penerus bangsa agar bisa memahami lebih detail tentang sejarah Bung Karno.
“Supaya anak muda, kaum milenial, pelajar dan mahasiswa tahu dimana Bung Karno dilahirkan. Pesan moralnya kita senantiasa merawat sejarah. Kita senantiasa menjaga sejarah. Sehingga pewarisan sejarah kepada tiap generasi harus dilakukan,” pungkasnya.



