“Harapan saya setelah pertemuan ini bisa dikumpulkan nama-nama pemudanya, dua atau tiga hari ke depan. Mungkin nanti bisa di data masing-masing mengumpulkan 10 – 15 pemuda yang terpilih ke kami, nanti kita bentuk nama wadahnya juga seperti apa,” sebutnya.
Selain jumlahnya masing-masing perwakilan, Cak Eri juga ingin ada batasan dari setiap pemuda yang diwakilkan, yakni antara usia 17 – 25 tahun. Ia berharap, para pemuda yang diusulkan itu bisa menjadi pelopor perubahan baik dan menjaga toleransi antar umat di Surabaya.
“Saya mohon doa restunya, insyaallah dengan kemampuan antar umat beragama ini bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Surabaya,” tutupnya.
Sementara itu perwakilan dari Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil (PGLI) pendeta Samuel menyambut baik rencana Cak Eri Cahyadi membentuk organisasi pemuda lintas agama di Kota Pahlawan. Menurutnya ide dari Cak Eri cemerlang, karena untuk menghindari adanya paham radikalisme dan ekstremisme di kalangan anak muda.
“Tentu nanti kami akan berkoordinasi dengan gereja-gereja di Surabaya untuk mengirimkan perwakilan pemuda. Harapan kami setelah organisasi ini terbentuk bisa berkelanjutan dan ke depannya bisa terus berkesinambungan satu sama lain antar umat beragama,” harapnya Samuel.












