Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, ketika paham radikalisme dan ekstrimisme masuk ke dalam organisasi atau setiap orang beragama, maka dampaknya akan buruk ke depannya bagi Surabaya. Di ruang sidang wali kota, Eri Cahyadi mengatakan kepada perwakilan tokoh agama yang hadir untuk membentuk sebuah wadah bagi para pemuda dari masing-masing agama.
Seperti yang disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi sebelumnya, ia ingin wadah ini digerakkan oleh pemuda dari berbagai keyakinan di dalamnya. Mulai dari pemuda gereja, pemuda masjid, pemuda vihara, pemuda konghucu, pemuda pura dan sebagainya yang dibentuk untuk menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya.
“Kalau pemuda ini dikumpulkan jadi satu untuk kepentingan negara dan kota, maka akan sangat luar biasa. Misal, nanti kalau ada dari agama A yang mengalami kesusahan, maka ada dari keyakinan B yang membantu, begitu seterusnya,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu juga ingin, setelah organisasi lintas agama terbentuk, diharapkan bisa berkelanjutan sampai ke depannya. Menurutnya, para pemuda lintas agama inilah yang mampu menjaga toleransi, perbedaan dan rasa tolong menolong antar umat beragama di Surabaya ke depannya sebagai calon penerus pemimpin di masa depan.
Cak Eri juga menjelaskan, setelah para pemuda lintas agama terkumpul, akan dibuatkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang dijadikan pedoman dari terbentuknya organisasi tersebut.












