”Kami menargetkan menambah delapan FKTL. Dalam satu satu bulan terakhir ini sudah ada tiga rumah sakit dan klinik yang mengajukan diri sebagai FKTL. Ketiganya adalah RS Bedah, RS Muhammadiyah, dan Klinik Mata dr Sjamsu,” katanya, Senin (3/7).
Selama ini, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan mengajak kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya. Pendekatan persuasif, sambungnya, dinilai cukup efektif untuk memupuk kesadaran perusahaan agar patuh pada aturan. “JKN-KIS ini adalah program gotong royong, yang manfaatnya sangat besar bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Kami berharap dengan sosialisasi yang telah kami lakukan, perusahaan dapat secara sadar memenuhi apa yang menjadi kewajibannya,” tutur Cucu.



