Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Peringati Hari Bumi, POTAS dan Nol Sampah Bagikan Takjil Gunakan Kantong Ramah Lingkungan

×

Peringati Hari Bumi, POTAS dan Nol Sampah Bagikan Takjil Gunakan Kantong Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Wartawan Pokja Taman Surya (POTAS) saat membagikan takjil gratis menggunakan kantong ramah lingkugan
Wartawan Pokja Taman Surya (POTAS) saat membagikan takjil gratis menggunakan kantong ramah lingkugan

Di tempat yang sama, Koordinator Komunitas Nol Sampah, Wawan Some menilai, bahwa kegiatan yang diinisiasi POTAS tersebut sangatlah menarik. Sebab, kegiatan ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April 2022.

“Jadi ini kegiatan yang menarik bertepatan dengan hari bumi. Sepele sebenarnya kalau kresek itu, padahal kalau bikin satu ton kresek itu butuh 12 barel minyak. Terus ketika dia sudah jadi kresek, itu pemakaian kita paling 5 menit, habis itu kita buang. Kalau sudah dibuang butuh 100 tahun untuk bisa terurai,” kata Wawan.

Menurut dia, sampah plastik sendiri dampaknya bisa ke mana-mana. Tak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan tapi juga manusia dan hewan. Salah satu contoh dampaknya yang pernah terjadi di Surabaya pada 2012 silam.

“Salah satunya misal kita ingat di Surabaya, kliwon. Kliwon itu jerapah yang di KBS (Kebun Binatang Surabaya) tahun 2012 mati, ketika dibedah lambungnya ada 20 kilogram kantong plastik bercampur kotoran dalam lambung,” ungkap Wawan.

Bahkan, Wawan mengaku, ribuan mangrove yang sebelumnya ditanam Komunitas Nol Sampah di Pantai Timur Surabaya mati. Itu disebabkan karena limbah kresek yang dibuang sembarangan. Makanya, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya dampak penggunaan kresek itu sangatlah luar biasa. “Jadi kami mengingatkan memang dampak kresek luar biasa,” tegas dia.

Hal yang sama juga dikatakan salah satu aktivis Ecoton, Aeshnina Azzahra Aqilani. Perempuan yang akrab disapa Nina itu menjelaskan, bahwa plastik membutuhkan waktu yang sangat lama agar bisa terurai secara alami. Plastik ini akan lapuk dan pecah menjadi serpihan serpihan kecil yang disebut mikro plastik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *