Budiono menilai, CFD akan lebih meriah lagi bila ada stan selain kuliner, seperti pernak pernik, busana dan lain sebagainya. Karenanya, ia juga menyarankan agar CFD bisa digelar secara berkelanjutan di Jalan Tunjungan maupun Jalan Raya Darmo.
“Jadi kalau bisa bukan hanya makanan dan minuman tapi juga ada lainnya biar makin betah di CFD. Selain itu, kalau Ramadan kan enak ya sore-sore seperti ini, harapannya CFD bisa digelar lagi setelah Ramadan nanti, mungkin bisa pagi hari seperti dulu,” ujarnya.
Selain cocok untuk berburu takjil, rupanya CFD sore hari juga menarik minat kawula muda untuk berfoto hingga menikmati musik sembari menunggu azan magrib tiba untuk berbuka puasa. Salah satunya Twenty Four Nur Senia, warga Banyuwangi itu mengaku senang bisa berkunjung dan menikmati sore hari di CFD Jalan Tunjungan.
“Kalau bisa sih dibuka setiap weekend, karena kan bisa buat refreshing, atau bisa juga dijadikan tempat untuk berburu takjil. Jadi kalau ke Surabaya nggak perlu bingung lagi cari tempat berburu takjil, apalagi ada banyak spot-spot fotonya,” kata Twenty.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, setelah dinyatakan status PPKM Surabaya menjadi level 1, semua taman dibuka begitu dengan CFD yang berlangsung pada Minggu (10/4/2022).
“Sesuai arahan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi), CFD di digelar sore hari. Selain untuk memperbaiki kualitas udara Kota Surabaya, juga untuk ngabuburit dan membangkitkan ekonomi kerakyatan, salah satunya UMKM,” kata Hebi.



