Penyusunan kepengurusan ini dilakukan lewat proses formatur yang telah melalui persetujuan oleh BPOKK DPP Partai Demokrat. Emil memang belum merinci lebih jauh, namun dia menyebut sejumlah komposisi yang dibutuhkan.
Yakni figur kepengurusan yang membangun soliditas internal dan mengedepankan profesionalisme. Kemudian pengurus yang memiliki dedikasi, optimisme serta mengedepankan energi baru untuk masyarakat Jawa Timur.
Emil menyebut bakal mengakomodir hal itu. Dia enggan memakai istilah merangkul kubu yang berseberangan dengannya. Bagi Emil semua pihak telah berjuang bersama. Tidak ada perpecahan.
Sekalipun, dinamika penentuan ketua definitif lewat Musda. Justru dia menyatakan dinamika semacam itu menunjukkan partainya memiliki stok kader potensial.












