Kemudian pada saat menyebrang itulah kedua pasangan itu diterjang arus yang mendadak besar sehingga menghanyutkan keduanya.
Nadiono menambahkan, pencarian difokuskan memeriksa tumpukan sampah dan akar-akar pohon di sepanjang aliran sungai dan juga di bantaran sungai.
“Kami menghimbau warga setempat agar tidak memaksakan diri untuk berkebun di saat cuaca ekstrim. Apalagi dengan menyeberang sungai besar yang sewaktu-waktu bisa berarus deras. Selain bahaya hanyut, cuaca ekstrim juga berpotensi terjadinya sambaran petir bagi petani yang sedang berteduh di bawah pohon atau di gubuk-gubuk sawah/ladang,” pungkasnya.(Tgh)












