AdvertorialCakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Libatkan Kader, Pemkot Surabaya Permudah Identifikasi Masalah dengan Aplikasi Sayang Warga

×

Libatkan Kader, Pemkot Surabaya Permudah Identifikasi Masalah dengan Aplikasi Sayang Warga

Sebarkan artikel ini

Meski demikian, manfaat dari aplikasi ini tentu saja diharapkan tidak hanya mampu membantu pendataan terkait stunting. Akan tetapi, ke depannya juga dapat memberikan kontribusi besar terhadap penanganan masalah dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kota Surabaya. “Semoga adanya launching aplikasi Sayang Warga ini dapat menjadi momentum besar yang menandai adanya gerakan bersama yang sinergis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya,” imbuhnya.

Pasca aplikasi Sayang Warga diluncurkan, sejumlah kader pun memberikan harapan besarnya kepada Pemkot Surabaya. Satu di antaranya adalah Anisah, Kader Kesehatan Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya.

Sebelum Sayang Warga diluncurkan, Anisah beserta para kader se Surabaya mengaku telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan dari pemkot tentang mekanisme penggunaan aplikasi tersebut. Mulai dari tahapan penggunaan hingga intervensi apa saja yang menjadi prioritas dalam Aplikasi Sayang Warga. “Kita sudah ada sosialisasi sebelumnya di Puskesmas Kebonsari. Jadi aplikasi itu sudah diterangkan kepada para kader. Dan untuk programnya sendiri, juga sudah kita coba,” kata Anisah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi  bersama Ketua TP PKK Surabaya Rini Cahyadi saat berdialog dengan warga
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Surabaya Rini Cahyadi saat berdialog dengan warga

Dia pun mengakui, aplikasi Sayang Warga ini justru lebih memudahkan para kader melakukan pendataan ke masyarakat. Apalagi, data yang diinput ke dalam aplikasi ini secara langsung dapat terkoneksi ke database Pemkot Surabaya. “Harapannya dari aplikasi ini, warga Surabaya bisa lebih banyak yang terbantu. Dari pihak RT/RW juga lebih cepat mengetahui informasi status warganya sendiri,” tuturnya.

Kader Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan Kota Surabaya, Darni juga menuturkan hal yang sama. Dia pun mendukung penuh langkah pemkot membuat aplikasi pendataan tersebut. “Harapan kita sebagai kader, mudah-mudahan dengan adanya aplikasi ini bentuk bantuan apapun dapat terealisasi dan tepat sasaran. Warga yang benar-benar butuh bantuan atau pendampingan itu benar-benar tercover,” kata Darni.

Selama menggunakan aplikasi tersebut, Darni juga mengaku tak menemui kendala. Namun yang pasti, Darni masih berusaha terus untuk dapat beradaptasi menggunakan aplikasi tersebut. “Jadi, datanya itu sudah ada di aplikasi, kita tinggal validasi sesuai data. Nah, untuk kader, sudah punya username untuk login masing-masing,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *