“Ini potensi yang sangat kasat mata, kita memiliki SDM untuk mewujudkan itu, pakan ternak cukup, kultur beternak cukup kuat, maka dengan peta yang ada, saya rasa Pak Gubernur Lampung serta gubernur provinsi lainnya bisa melakukan komunikasi dengan tim yang bisa membantu bagaimana percepatan memberikan perluasan beternak sapi potong seperti yang saat ini cukup sukses di Jawa Timur,” ujarnya.
Di sektor pertanian dan perkebunan, tambah Khofifah, dirinya menyampaikan telah berdiskusi dengan Gubernur Lampung utamanya terkait produksi jagung, kopi, kakau dan sebagainya. Diharapkan, usai MoU tersebut akan dilakukan berbagai upaya percepatan untuk menggenjot hasil pekebunan, pertanian dan peternakan kedua wilayah.
Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, kerjasama antar kedua provinsi ini merupakan kerjasama saling menguntungkan dan membutuhkan. “Saya mengenal cukup lama beliau (Gubernur Khofifah), sudah berapa kali kami menginisiasi kerjasama, Alhamdulilah terwujud, ternyata kita saling membutuhkan. Saya ingin kedepan kita kerjasama ternak yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Gubernur Lampung.
Tak hanya di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan, Gubernur Arinal juga menginginkan kerjasama antara Jatim dan Lampung ialah pada pengembangan budidaya bawang merah.
“Kami kompak kerja, dan kita bicarakan. Karena fluktuasi harga bawang merah tidak menentu dan membuat geleng kepala. Tidak hanya itu, kami juga akan ke Jawa Timur untuk meninjau sektor Pariwisata yaitu Jatim Park. Agar bisa kami aplikasikan disini, nanti kita lihat mana yang pembiayaannya cukup untuk ditiru dari Jatim Park 1 hingga 4,” terangnya. (hadi)



