Berita UtamaCakrawala JatimIndeks

Dorong Terwujudnya Swasembada Daging, Pemprov Jatim MoU dengan Provinsi Lampung

×

Dorong Terwujudnya Swasembada Daging, Pemprov Jatim MoU dengan Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jawa Timur menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Lampung/Humas Pemorv Jatim

Usai menyaksikan penandatangan kerjasama antar kedua provinsi, Gubernur Khofifah menyampaikan, kerjasama tersebut merupakan upaya penguatan kembali terhadap potensi andalan dan unggulan yang dimiliki kedua provinsi.

“Masing-masing kita memiliki potensi andalan dan unggulan, terutama peternakan, pertanian, perkebunan dan tentu industri khususnya industri pengolahan dan perdagangan. Kalau kita bangun strong partnership akan banyak yang kita persembahkan bagi percepatan pembangunan bagi negeri ini,” jelas Khofifah.

Khofifah mengatakan, salah satu bidang yang dikerjasamakan yaitu pengembangan sektor peternakan. Kerjasama ini diharapkan bisa mendorong terwujudnya swasembada daging.

Dalam pengembangannya, lanjut Khofifah, Provinsi Jawa Timur ditunjang dengan keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Malang Jawa Timur milik Kementerian Pertanian. Efektivitasnya dapat dirasakan manfaatnya cukup maksimal, begitu juga bagi Provinsi Lampung bisa belajar di BBIB ini.

Khofifah meyakini, kerjasama yang dilakukan antara Jatim-Lampung ini mampu mendorong terwujudnya swasembada daging. Terlebih, kebutuhan daging di pasar luar cukup besar. Seperti Brunei Darussalam, Dubai, Qatar dan beberapa negara di Timur Tengah.

“Kalau di Lampung dan beberapa provinsi lain menggenjot kuantitas populasi sapi potong, saya rasa Indonesia bisa segera swasembada daging, tidak hanya itu kita akan bisa menjadi eksportir. Dalam 3 hingga 4 tahun ke depan, jika diseriusi oleh beberapa provinsi tentu dalam komando Kementan dalam hitungan saya kedepan kita tidak hanya swasembada tapi menjadi pengekspor daging,” imbuhnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Khofifah menerangkan, angka populasi sapi di Jawa Timur per tahun 2021 mencapai 4,93 juta ekor. Semantara pada tahun 2020 berjumlah 4,8 juta ekor. Sedangkan untuk provinsi lain diposisi kedua berjumlah 1,8 juta ekor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *