Selain itu, ia juga mengaku bahagia karena pada hari ini, Surabaya sudah menduduki nomor urut 34 dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur yang angka stuntingnya tertinggi. Padahal, kemarinnya angka stunting di Surabaya menduduki nomor urut 3 se Jawa Timur.
Meski begitu, ia sangat berharap tiga bulan ke depan Surabaya zero stunting, tidak ada lagi bayi stunting dan gizi buruk. Makanya, ia berharap semua pihak bersama-sama membantu supaya Surabaya zero stunting.
Indah, salah satu bunda yang memiliki anak stunting yang dikunjungi Wali Kota Eri bersama Ketua TP PKK Surabaya mengaku sangat senang dan tidak pernah menyangka bakal dikunjungi dan diperhatikan oleh orang nomor satu di Kota Surabaya itu. Bagi dia, ini akan menjadi semangat baru untuk terus telaten dan sabar dalam mendidik dan mengasuh anaknya itu.
Menurutnya, program penanganan anak stunting di Kota Surabaya sudah sangat bagus. Sebab, didampingi mulai awal hingga akhir atau sampai sembuh dan menjadi anak yang normal. Bahkan, ia mengaku sampai kenal dengan para petugas di Puskesmas karena setiap kali ada masalah pada anaknya, langsung dibawa ke puskesmas.
“Mulai saya hamil sampai hari ini, saya selalu konsultasi dan didampingi oleh teman-teman puskesmas. Tentunya ini sangat berharga bagi saya, sehingga saya merasa menangani anak saya ini tidak sendirian, terimakasih Pak Eri, Bu Rini dan juga jajaran Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (hadi)



