Pra studi kelayakan ini sendiri dijadwalkan rampung bulan Desember 2017, dan BPPT akan menyerahkan laporan studi kepada Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyambut baik kerja sama tersebut. Pihaknya akan membantu dengan menerjunkan tim dari ITB untuk melakukan studi baik dari sisi geohidrologi, geofisika, analisis data, perancangan, analisis teknik, termasuk kontur kebumian.
“Dengan senang hati kami siap membantu kelancaran apa yang dikerjakan di BPPT. Salah satu cara berkolaborasi membantu apa yang ada di BPPT. Dengan kerja sama ini, apalagi dibantu dua perguruan tinggi lainnya, maka beban akan semakin ringan,” kata dia.
Menurut Kadarsah Suryadi, pihaknya siap membantu pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia saat kereta mulai beroperasional.
“Kami siap bergabung menyiapkan SDM, maupun mendukung penyediaan suku cadang. Memproduksi pasti industri, tapi desain suku cadang kami bisa berkontribusi,” tegasnya. (wak)












