Menariknya, sebelum diluncurkan, aplikasi e-Peken ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari toko kelontong dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Bahkan, transaksi yang tercatat melalui aplikasi ini mampu menembus hingga Rp 2,4 miliar.
Di sektor ekonomi, pemkot juga terus berupaya meningkatkan kondusifitas iklim investasi. Upaya itu didorong dengan kemudahan investasi dan perizinan yang terintegrasi melalui Surabaya Single Window (SSW) Alfa. Melalui aplikasi tersebut, pemkot mengintegrasikan semua jenis perizinan di Kota Surabaya. “Kami optimis tahun depan perekonomian Surabaya bangkit,” jelas Wali Kota Eri.
Bahkan baru ini, Wali Kota Eri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya dan seluruh stakeholder, melaunching Tunjungan Romansa. Dengan memadukan konsep wisata heritage dan bisnis, Jalan Tunjungan ini diharapkan dapat menggeliatkan roda perekonomian masyarakat Surabaya.
Ia menyampaikan, Jalan Tunjungan memiliki sederet history dan erat kaitannya dengan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Setelah resmi dilaunching, mulai sekarang, kejayaan Jalan Tunjungan akan terus hidup dan dikenang sepanjang masa. Apalagi di jalan sepanjang 863 meter itu, Pemkot Surabaya juga mengkoneksikan dengan 12 objek destinasi wisata heritage. “Insya Allah, Jalan Tunjungan ini akan tetap dikenang sepanjang masa. Jadi lengkap, ada wisata heritage, UMKM, dan ada tampilan seninya juga. Inilah kolaborasi yang hebat ada di Jalan Tunjungan,” kata dia.

Kemudian dalam upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM), Wali Kota Eri menyatakan, bahwa pemkot juga menyediakan fasilitas penyelenggaraan bursa kerja hingga sejumlah pelatihan kerja bagi para pencari kerja. Jenis pelatihan kerja tentu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan industri. Bahkan, pasca mengikuti pelatihan, para pencari kerja ini diberikan sertifikasi sebagai bukti bahwa mereka memiliki kompetensi dalam bidang kerja tersebut. “Tujuan akhir dari semua itu adalah kebahagiaan Warga Surabaya. Kebahagiaan dan senyum warga Surabaya itulah yang menjadi tujuan ketika ditugaskan menjadi Wali Kota Surabaya,” ujar dia.
Sementara pada bidang pelayanan publik, Pemkot Surabaya juga terus memantapkan transformasi birokrasi dengan memanfaatkan sistem digital. Selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, itu dilakukan pula sebagai bagian untuk mendekatkan kepada masyarakat. Tentu untuk menyempurnakan semua itu, pemkot juga melibatkan masyarakat. Melalui aplikasi WargaKu, masyarakat dapat memberikan masukan ataupun kritik terhadap berbagai jenis pelayanan di Pemkot Surabaya.
Bahkan sebelumnya, agar setiap kebijakan strategis terkait layanan publik itu benar-benar stay on the track, Wali Kota Eri sempat beberapa kali berkantor langsung di kelurahan. Ia mengaku, bahwa langkah tersebut sengaja dilakukan agar dapat mendengar langsung keluhan dan keinginan masyarakat. Juga untuk menyempurnakan setiap pelayanan publik di Kota Surabaya. “Karena saya ingin dengar betul bagaimana sebenarnya keluhan dan keinginan masyarakat. Karena kalau saya tidak mendengar sendiri, saya takut mengambil sebuah kebijakan yang salah,” katanya.



