Dia yakin, dengan BTS transportasi di Kota Surabaya akan terintegrasi dan bisa terkoneksi satu sama lain. Seperti angkutan berbasis transportasi jalan dengan transportasi berbasis rel kedepannya. “Kami harap dengan program BTS akan menjawab keterpaduan transportasi tersebut. Termasuk bisa terkoneksi antara transportasi satu dengan yang lainnya,” ujar Irvan.
Saat ini, lanjut Irvan, Pemkot Surabaya tengah fokus melakukan penataan tata ruang dan menyiapkan infrastruktur seperti jalan, trotoar, transportasi kota yang modern dan suitanable. Bukan hanya fokus pada penyediaan mobilitas, akan tetapi juga mengembangkan sistem clustering untuk mempertimbangakn waktu dan biaya (time and cost). Sehingga, ketika masyarakat menggunakan alat transportasi publik akan terasa nyaman.
“Jadi kami lebih memilih sistem clustering, seperti yang ada di program kerja Wali Kota, 5 Surabaya Maju Hijau Tertata. Di program itu ada rayonisasi sekolah, kami sediakan taman, public space, sentra wisata kuliner (SWK), RS, fasilitas bermain dan lain sebagainya. Dari semua itu, bisa dijangkau dengan alat transportasi dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Seperti di luar negeri, identik dengan fifty minutes pergerakan masyarakat,” urainya.
Untuk mendukung program BTS, Pemkot sudah menerapkan pembayaran atau tiketing elektronik pada Suroboyo Bus. Seperti QRIS (QR Code) dan tapping laiknya di tol, diharapkan cara ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim dalam menerapkan BTS.
Rencananya, operasional trayek BTS tahun 2021 – 2022 Dishub Kota Surabaya akan mengoprasikan trayek 2, yaitu rute Raya Lidah Wetan – Karang Menjangan – ITS PP. Rute ini, akan terkoneksi dengan trayek lainnya. Sedangkan di tahun 2022 – 2023, ia bersama jajarannya sedang mempersiapkan lima rute lain yang akan terkoneksi dengan Sidoarjo dan Gresik.
“Sehingga, nantinya akan ada konektivitas antara Teminal Purabaya, Lidah Wetan dan Gresik. Kemudian ada juga konektivitas di Terminal Purabaya untuk ke arah Sidoarjo, dengan adanya rute ini diharapkan bisa menjawab problem kemacetan di dalam kota,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya bersama Dishub Surabaya masih punya pekerjaan rumah (PR) menyiapkan 11 rute lain di tahun 2022 – 2023. Rute baru ini, rencananya untuk menjangkau kawasan Karangpilang, Ampel, hingga terkoneksi ke kawasan Pasar Turi yang nantinya bisa terkoneksi dengan transportasi berbasis rel.












