“Alhamdulillah, meskipun kita (Surabaya) kota besar dan banyak kendaraan, tapi di kampung-kampung kita bisa menyabet 10 kategori. Ini menunjukkan bahwa Kota Surabaya iklimnya masih nyaman dan bisa dibilang sek (masih) sehat, emisi udaranya tidak jelek,” kata Wali Kota Eri.
Menurut dia, perolehan 10 penghargaan Proklim ini, merupakan bagian dari kerja keras warga Surabaya. Karena, di setiap kampung ada yang menggerakkan, seperti penanaman pohon, mengembangkan kebersihan seperti pengolahan sampah hingga menjaga kelestarian kampung.
“Ini sebenarnya dampak dari adanya Surabaya Smart City dulu, sehingga program yang sudah ada ini akan terus dilakukan oleh teman-teman baik dari DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) maupun leadernya di lingkungan hidup. Dengan harapan, membangkitkan keinginan masyarakat untuk menjaga kampung dan iklim di setiap wilayahnya,” harapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo menyatakan, bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian kampung. Apalagi, Pemkot Surabaya tak bisa bergerak sendiri tanpa adanya dukungan dari masyarakatnya.



