Contoh, kata Thoni pengadaan belanja program terhadap seragam pengajian yang ada ditengah masyarakat yang melibatkan penjahit-penjahit dan UKM-UKM yang ada dilingkungan masyarakat tersebut.
“ Sehingga jika ini dilakukan secara serentak menurut kami ekonomi akan bergulir ditengah masyarakat namun, jika semua habis untuk pembangunan fisik seperti jalan, maka masyarakat hanya menikmati jalan yang bagus tetapi ekononi tidak dirasakan “ jlentrehnya.
Masih menurut Thoni, untuk pembangunan dikota Surabaya harus memiliki skala prioritas karena kekuatan APBD kita terbatas. Jadi saat ini madzab nya harus dirubah dimana sekarang harus bisa membangun sesuatu yang harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“ Salah satu contoh pembangunan jembatan Kenjeran yang ada di Bulak, meski menghabiskan anggaran ratusan miliar namun hingga saat ini belum terasa dampak ekonominya bagi warga sekitar “ tukasnya.
Kemudian, untuk CSR perusahan-perusahaan diharapkan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, pasalnya selama ini masih ada CSR perusahaan yang mengakomodir kebutuhan masyarakat yang jauh dari sekitar perusahaan itu berdiri.
“ yang begini-begini ini harus dikurangi. Wali kota harus mendorong berusahaan memberikan CSR dilingkungan sekitar perusahaan tersebut tetapi lebih ke peningkatan sumber daya manusia” pungkasnya.(hadi)












