Ia lantas mencontohkan keinginan Wali Kota Surabaya untuk menyeragamkan baik Tas, baju hingga sepatu bagi siswa sekolah.
“ Tujuan sosialnya, hal ini mampu mereduksi dikotomi antara siswa yang beruntung secara ekonomi dengan siswa yang kurang beruntung secara ekonomi “ ujarnya.
Nah untuk memenuhi hal tersebut, lanjut Thoni pemerintah kota bisa memesan kebutuhan tersebut kepada para UMKM-UMKM di Surabaya atau pelaku industri dikota Surabaya.
“ Sehingga dengan demikian, perputaran uang itu dari rakyat Surabaya kembali ke rakyat Surabaya sehingga, manfaatnya begitu terasa untuk rakyat Surabaya, itu salah satunya “ lanjutnya.
Yang kedua beber Thoni, untuk menjalankan perekonomian ditingkat kelurahan, pihaknya meminta agar penggunaan dana kelurahan tidak diwujudkan sepenuhnya dalam pembangunan fisik.
“ Dana kelurahan jangan 100 persen dihabiskan untuk pembangunan fisik. Pemerintah kota harus memberikan bimtek kepada para lurah-lurah, semisal ditetapkan 60 persen anggaran kelurahan untuk pembangunan fisik dan sisanya 40 persen harus bergulir ditengah masyarakat “ terangnya.












