“Saya melihat dari sisi positifnya saja. Kalau melihat RHU tidak hanya melihat plus-plusnya saja (sisi negatifnya), tapi kinerja dari para karyawan agar ada pendapatan selama Ramadhan. Kalau bisa bukanya setelah sholat tarawih atau sekitar pukul 21.00 dan tutup sebelum sahur sekitar pukul 02.00,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut dia, ini masih sebatas wacana dan belum menjadi keputusan. Tentunya perlu didiskusikan lagi dengan matang perlu dan tidaknya karaoke keluarga dibuka kembali, agar nantinya tidak menjadi persoalan dikemudian hari.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan berkordinasikan dengan Dinas Pariwisata Surabaya dan pihak terkait lainnya. “Sebelum puasa kami akan memanggil Dinas Pariwisata mengenai hal ini,” ujarnya. (wak)



