Ia melanjutkan, maka sedikit nya data yang dihimpun oleh diknas Surabaya tersebut dimungkinkan karena ada faktor sosialisasi yang kurang.
“ Kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, kurangnya sosialisasi istrumen survey sehingga banyak yang tidak tahu, atau orang tua tidak mau mengisi instrumen apalagi mengirimkannya “ paparnya.
Selain itu, data yang dikantongi oleh pihak diknas ia nilai sebagai data yang belum final sehingga sangat disayangkan jika data tersebut disampaikan kepada publik.
“ Sumber saya juga dari sebuah SMPN di Surabaya, saya tanya berapa persen yang setuju PTM, barusan malam ini dijawab masih update. Semakin menguatkan keanehan data diknas Surabaya “ tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Kepala Dispendik Surabaya Supomo mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas tetap mengutamakan persetujuan dari wali murid dalam bentuk Surat Persetujuan Wali Murid.












