Selain itu, pihaknya juga melakukan penandatanganan MOU dengan RS Muji Rahayu. Baginya, semakin banyak menggandeng rumah sakit maka akan mempermudah dan mempercepat pelayanan bagi warga yang ingin memasang alat kontrasepsi tersebut.
“Berkaca dari pengalaman tahun lalu. Ada rumah sakit yang diajak kerjasama namun tidak bisa melayani karena keterbatasan tim medis serta meningkatnya volume pasangan yang ingin mendaftar hingga pada akhirnya mereka enggan untuk diajak kembali,” ucap Nanis.












