“Sejak awal kami memang tidak menargetkan terlalu banyak ya, sebab kebanyakan dari pihak laki-laki menolak dengan alasan takut atau memang tidak mau menggunakan metode tersebut,” tutur Nanis.
Banyaknya pria atau wanita yang menjalani KB MOP/MOW, lanjut Nanis, pada akhirnya berdampak pada jumlah penduduk di Surabaya. Artinya, tingkat kelahiran di Surabaya berada di titik rendah baik pada tingkat kota, provinsi dan nasional.
“Di tingkat kota sebesar 1,7 persen, provinsi 1,9 persen, dan nasional 2,6 persen. Ini sangat rendah dibandingkan kota-kota lain yang ada di Indonesia,” katanya.












