Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Kelas I Dadun Kohar menjelaskan berdasarkan evaluasi Otoritas Bandara Juanda, hampir setiap hari selalu ada pesawat yang batal terbang. Alhasil jatah slot yang sebelumnya diberikan untuk maskapai itu pun menjadi sia-sia. Jumlah slot yang terbuang tersebut tiap harinya bisa mencapai 16 hingga 20 slot.
Menurut pihak Otban Juanda, pembatalan slot oleh maskapai dikarenakan jumlah penumpang tidak memenuhi target. “Alasan maskapai cukup masuk akal. Mereka mempertimbangkan aspek untung rugi sebelum memutuskan pesawat terbang atau tidak. Misalnya, jumlah penumpang yang tidak memenuhi target sering membuat penerbangan pesawat dibatalkan. Itu sering terjadi, tapi kami tidak bisa membiarkan begitu saja,” kata Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Kelas I, Dadun Kohar, di Surabaya, Kamis(4/5).












