“Tetap pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, itu pedoman kita dalam melaksanakan tugas di wilayah maupun di lapangan. Kita laksanakan tugas dengan sesuai dengan herarki komando kepemimpinan yang ada di lapangan. Jadi kita tidak liar tapi kita tetap komitmen bahwa apa yang disampaikan pimpinan kita, apa yang disampaikan tugas di lapangan tentunya itu tugas yang terbaik.” tegas Danrem.
“Tetap kita selalu berdoa sesuai dengan agama kepercayaan masing masing, karena ini adalah cobaan. Tuhan yang maha kuasa memberikan cobaan kepada kita semua umat manusia, agar kita merasa ada sesuatu hal dibalik semua itu. Sesuatu hal yang mungkin kemampuan manusia ada batasnya, jadi kemampuan manusia tidak ada tidak terbatas. Untuk itu kita coba dan senantiasa selalu memohon kepada yang maha kuasa, termasuk kita juga yang ada diaini yang sudah keluarga maupun yang belum. Sampaikan kepada istri, anak, saudara, orang tua. Karena pada dasarnya yang dibutuhkan sekarang adalah kesadaran. Kalau kita perintahkan kepada mereka melakukan sesuatu dengan kekerasan besuknya sudah berubah lagi, tetapi kalau dengan kesadaran itu adalah melekat dihati tanpa kita suruh tanpa kita ingatkan sudah melaksanakan dengan baik.” begitu pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasbrig 4/DR, Komandan Kodim 072/Tegal, Kasi Ops Rem 071/WK, para Kasi Brigif 4/DR dan para Pasi Yonif 407/PK.
Dalam kesempatan yang berbeda, Pasi Ops Yonif 407/PK Kapten Inf Galih Satriadi menambahkan, untuk saat ini satuan Yonif 407/PK menyiagaan pasukaannya dan menunggu perintah selanjutnya dari komando atas.
“Sejumlah 196 personel Yonif 407/PK yang terlibat Satgas penegakan pendisiplinan Covid -19 di wilayah Tegal saat ini sudah siaga dan siap digerakkan sewaktu-waktu, seluruh prajurit juga selalu monitoring situasi yang perkembang.” jelasnya. ***












