Perahu yang kami tumpangi pun masuk ke dalam dan sempat bersandar di dinding sungai yang menyerupai mulut gua. Ketika memandang keatas, yang terlihat hanya ribuan kelelawar dengan bergelantungan, membuat kami ingin cepat cepat keluar.”Kalau disini namanya gua kelelawar. Banyak yang merinding karena diatas ada ribuan kelelawar,” tambah Boyo
Setelah hampir setengah jam merasakan derasnya arus, kami pun disuguhi pemandangan eksotis air terjun Tirai Bidadari dari hulu sungai gunung Lemongan. Perahu yang kami tumpangi pun masuk kedalam arus air terjun. Sehingga, derasnya air mengucur deras di kepala kami. “Ini pertemuan antara sungai di gunung lemongan dan gunung Argopuro. Jadi sungai di gunung Lemongan menjadi air terjun jatuh ke sungai Pekalen,”katanya
Pengelola Pekalen Rafting, Inam Santoso mengatakan bahwa Air Terjun Tirai Bidadari menjadi dalah satu ikon andalan di tempat wisatanya. “Air Terjun Bidadari itu bidadari yang tidak dimiliki tempat-tempat lain. Kedua, tentu karena di sini juga sungainya permanen terjadi sepanjang tahun bisa digunakan. Mungkin di tempat lain kalau sudah musim kemarau itu sudah tidak bisa beroperasi di sini sepanjang tahun masih bisa digunakan,” katanya.



