Setelah sekitar 10 menit menyusuri sungai, kami disambut jeram Selamat Datang, dengan arus yang menantang, dan beberapa bebatuan terjal yang menghadang. “Kalau yang awal tadi namanya jeram selamat datang,” kata cak Boyo, guide yang ikut dalam perahu kami.
Baru saja menembus jeram Selamat Datang, kami sudah harus menghadapi derasnya arus Jeram Stres dan Jeram Matador yang membuat perahu yang kami tumpangi hampir terbalik. Perut terasa seperti terkocok karena perahu terombang ambing dan jatuh kebawah.
Selain arus jeram yang deras, kami juga disuguhi indahnya pemandangan tebing dengan hiasan batuan stalagtit disisi sungai. Di bebatuan itu, hinggap ribuan kelelawar yang terlihat cukup seram.



