Keuntungan berikutnya, lanjut dia, kalau rumah susun didalam gang tentu dengan membebaskan lahan warga yang dinilai kumuh
“Yaitu diantaranya keuntungannya kita tetap masih bisa berkomunikasi dengan antar warga,” katanya
Selain itu, tidak merubah kependudukan mereka, dan tidak menjauhkan warga dari pekerjaan mereka, tidak menjauhkan anak anak mereka dari sekolah
“Artinya rasa kekeluargaan masih tetap terjalin dari situ, dan itu banyak sekali keuntungan kalau kita membangun rumah rusun di gang gang,” kata Baktiono.
Mengapa demikian, menurut dia, karena orang yang membutuhkan rusun itu pasti warga yang tidak mampu dan tidak mungkin mempunyai mobil.
“Lahan yang luas dan besar itu jangan diobral untuk kegiatan yang masih kita memanfaatkan lahan yang lain,” katanya
Sementara itu, Kabid Satpraswil Bappeko Kota Surabaya Andi Priandoko mengatakan, akan menyiapkan terkait dengan strategi penanganan atau penyedian hunian untuk kedepannya. Karena, menurut Andi, untuk pembangunan rusun di Surabaya memprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Artinya jika pertimbangan membangun lebih tinggi, konsekuensinya meningkatkan biaya konstruksi pembangunan maupun pemeliharaanya tentunya akan kita kaji,” katanya.
Meski demikian, kata dia, aplikasi terhadap besaran biaya masalah sewa, dan pihaknya mengaku belum mengkaji dengan adanya pembangunan yang berbeda.(adv)












