“Kita bersyukur atas ikhtiar dan doa kita bersama akhirnya bisa melalui cobaan yang tidak sederhana, yang dialami oleh Partai Demokrat. Sejak awal kita yakin secara landasan hukum kongres Partai Demokrat 2020 adalah yang sah. Dan upaya-upaya untuk mengganti kepengurusan di luar hasil Kongres 2020 itu tentunya tidak sah atau abal-abal,” terang Emil Elestianto Dardak.
Setelah fokus persoalan internal, Emil berharap seluruh kader dan pengurus Partai Demokrat Jatim mulai merancang kegiatan atau program eksternal untuk menyapa masyarakat dengan kerja nyata sehingga mampu membangun basis-basis baru demokrat di masyarakat dalam menghadapi agenda politik ke depan.
“Kita memang sudah memiliki program seperti pemberdayaan UMKM dan kampung wifi. Namun tentunya seluruh kader demokrat yang ada di legislatif juga sudah bergerak. Begitu juga saya yang ada di eksekutif juga mengupayakan agar program pemprov Jatim bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” dalih pria yang juga Wagub Jatim ini.
Senada, sekretaris DPD PD Jatim Bayu Airrlangga menambahkan bahwa koflik yang dialami Partai Demokrat ini tentunya ada hikmah besar yang bisa diambil. Diantaranya adalah kesolidan partai menjadi semakin kuat sehingga berdampak positif pada hasil beberapa lembaga survey yang menempatkan Partai Demokrat di urutan empat besar nasional.












