Berdasar data Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, sebanyak 4.832 lembaga SMP melaksanakan UN. Jumlah siswanya 401.560. Dari angka itu, 2.260 SMP menggelar UNBK dengan 251.916 siswa. 2.572 lembaga SMP menggelar UNPK dengan 149.644 siswa. Untuk MTs, lembaga penyelenggara UN mencapai 3.551 lembaga yang diikuti 180.693 siswa. Penyelenggara UNBK hanya 597 lembaga MTs dengan 56.466 siswa. Sisanya mengikuti UNPK.
Selain belum terbiasanya ujian berbasis komputer, lanjut Saiful, siswa SMP di daerah belum familiar dengan UNBK. Tidak seperti Surabaya yang SMP-nya 100 persen menggelar UNBK. “Gunakan komputer di SMA/SMK negeri tidak sewa karena itu fasilitas negara. Kalau yang swasta tinggal koordinasi,” ungkapnya.
Meski demikian, Saiful mengklaim jika UNBK tingkat SMP/MTs di Jatim paling banyak dibanding provinsi lain. Bahkan, dia menyebut, dari 83 persen total lembaga pelaksana UNBK se Indonesia, Jatim menyumbang angka 80 persen. “Ke depan kami harap masyarakat ikut mendukung UNBK 100 persen tingkat SMP,” jelasnya.



