Adi berharap, pers terus berperan aktif, dengan kekuatan yang dimiliki, dengan etika profesi, untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Politisi berkacamata itu menjelaskan, pemerintah telah memberi sinyal jelas, bahwa penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus berjalan seiring. Keduanya harus sejalan. Tidak bisa salah satu meniadakan yang lain.
“Produktivitas masyarakat harus digenjot tumbuh di masa pandemi. Maka, pers bisa memicu gagasan kreatif, inovatif, mendorong karsa kuat, tentang berbagai upaya pemulihan ekonomi,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Adi, pers akan menerbitkan semangat dan optimisme kepada pemerintah dan masyarakat tentang berbagai gagasan dan tindakan kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19. “Optimisme, api harapan terus dinyalakan, melalui karya-karya jurnalistik pers,” ujar Adi yang juga mantan jurnalis.
PDI Perjuangan, lanjut Adi, sangat menghargai kemerdekaan pers. Itu tak lain juga karena Presiden pertama RI, Ir Sukarno, juga merupakan pegiat media lantaran menggelorakan pemikirannya melalui surat kabar.
“Bung Karno kerap menulis di koran Oetoesan Hindia, dengan nama samaran. Ketika kuliah di ITB, Bung Karno menerbitkan majalah Suluh Indonesia Muda. Bung Karno juga menerbitkan media Persatuan Indonesia sebagai corong menyuarakan gagasan nasionalisme melawan penjajah,” ujar Adi.












