Masih menurut Husni, “metode biodekomposer berfungsi untuk mengurai organik tanpa peptisida. Untuk bahan-bahanya memanfaatkan kotoran kambing, sekam, daun bambu. Cara tersebut bertujuan agar cairan kotoran ayam cepat terserap, bakteri pantogen bisa dibunuh, sehingga tidak menimbulkan bau. Contohnya bisa dilihat pada ternak ayam di wilayah wangon Kabupaten Banyumas serta di bumi ternak wilayah klaten. Semoga, kedepan metode ternak ayam yang saya terapkan di bumdes desa Dukuhdamu bisa menjadi pilot projeck sebagai tekhnologi baru dalam pengelolaan ternak ayam di wilayah Kabupaten Tegal. Ungkap Husni.
Kepala Desa Dukuhdamu, S.Imamudin menyampaiakan, “Saya, selaku Kepala Desa Dukuhdamu sangat antusias serta mendukung usaha bumdes dalam mengelola usaha ternak ayam. Semoga, apa yang diharapkan dan dicita-citakan kepengurusan bumdes bisa terwujud”, ucap Kepala Desa.



