Keenam, Debat publik yg menunjukkan penguasaan data dan masalah pada pasangan erji jauh lebih komprehensif dibanding Maju sedikit banyak memberi andil pada pergerakan swing voters, karena pemilih surabaya relatif lebih rasional.
Ketujuh, pemilih surabaya yang relatif rasional dan well informed tidak mudah dipengaruhi dengan berbagai opini, jargon, slogan, informasi hoax, bahkan sembako dan uang. Pemilih rasional dan well informed cenderung information seeking, berusaha mencari sendiri informasi ttg para kandidat melalui berbagai sumber informasi sehingga pemilih ini memiliki preferensi yang mencukupi untuk menentukan pilihannya.
Kedelapan, simbolisasi dan dukungan Nahdliyin. Pasangan Erji mampu mengawinkan simbolisasi ideal Nasionalis-Religius dengan berhasilnya Eri Cahyadi menampilkan simbolisasi dirinya sebagai Nahdliyin.
“Baik melalui ziarah ke berbagai makam, istighosah, pengajian maupun doa penutup saat debat publik kedua. Disamping itu dukungan jejaring NU di level kota juga menjadi faktor yang tentu tidak bisa diabaikan begitu saja”, pungkasnya.(hadi)












